Voli Surabaya Runner Up Kejurprov

Atlet Remaja Bola Voli Kota Surabaya Runner Up Kejurprov Piala Kapolda Jatim 2018. Diluar dugaan berhasil menyikirkan tim unggulan seperti Kota Belitar dan Bangkalan

Ngawi, konisurabaya.com – Tim Bola Voli Putra dan Putri Kota Surabaya raih urutan kedua di Kejuaran Provinsi (Kejurprov) Piala Kapolda Jatim 2018 di GOR Bung Hatta, Kabupaten Ngawi. Di partai semifinal tim putra berhasil mengahlakan tim unggulan Bangkalan dengan scor 3 – 0 (25-21; 25-23 ; 25-22). Sementara, tim putri juga berhasil menyingkir tim unggulan lainnya yakni Kota Blitar dengan Scor 3-1 (25-18 ; 25-21 ; 14-25 ; 25-21).

“Hasil ini diluar dugaan apa lagi bisa mengkandaskan tim-tim kuat calon juara seperti Bangkalan dan Kota Blitar yang nota bene dihuni atlet-atlet potensial yang memiliki cukup banyak pengalaman bertanding,” ujar Edy Swasono Sekretaris Pengkot PBVSI Kota Surabaya.

Lebih jauh Edy mengatakan jauh-jauh hari baik tim pelatih maupun pengurus tidak memberikan target para atlet. Bermain lepas dan penuh semangat itu yang selalu menjadi acuan pelatih setiap kali mereka berlatih di GOR AWS Jl. Nginden Intan Timur I no 18 Surabaya.

“Arek-arek menjawab kepercayaan yang kita berikan dengan menyuguhkan permainan atraktif dan tak mengenal lelah. Bahkan dengan determenasi tinggi mereka menekan lawan,” tambahnya.

Sayang laju tim putri Kota Surabaya terhenti saat berhadapan dengan tim kuat dari Kabupaten Blitar 2-3 dengan score (25-27 ; 25-21 ; 25-20 ; 19 – 25 ; 12-15). Atas kekalahan ini tim putri Kota Surabaya harus puas berada diurutan kedua.

“Di final anak-anak serasa terbebani sehingga tidak fokus pada pertandingan. Selain itu banyak service yang terbuang dan resive/pasing yang kurang baik,” papar Edy.

Sedangkan tim putra Kota Surabaya dipaksa kalah oleh Kabupaten Sidoarjo 3-1 (25-19, 25-20, 18-25 dan 27-25). Pada partai final secara bersamaan dua pemain yang menjadi andalan Kota Surabaya mengalami cedera yang cukup serius sehingga tidak dapat membantu perjuangan rekan-rekan meraih yang terbaik.

“Dua pemain inti kita Albert dan Fafa yang berposisi  sebagai open spike dan allround tidak dapat diturunkan. Sehingga permainan anak-anak menjadi timpang dan menghilankan kepercayaan diri pemain lainnya. Kedua pemain ini berpengaruh besar bagi keberadaan tim Kota Surabaya,” katanya.

Kedepannya Edy mengatakan akan terus melakukan pembinaan pembenahan agar dapat lebih baik lagi. Dan melihat materi peman yang ada sekarang sudah dapat gambaran kerangka tim yang akan dipersiapkan pada Porprov 2019 mendatang. Riki arfandi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *