Surabaya dan Mekarsari Home Base Timnas Panahan Asian Games

konisurabaya.com – Mulai 1 hingga 20 Juli 2018 Tim nasional panahan akan melakoni training camp terakhir sebelum turun di Asian Games 2018 di Surabaya dan Mekarsari. Hal ini diungkapkan Pelatih nasional panahan Indonesia Denny Trisjanto.

“Pertimbangan kami fasilitas di sana lengkap (Surabaya). Kami hanya sampai 20 Juli di sana dan selanjutnya ke Mekarsari, Jawa Barat, sampai nanti kami bisa pindah ke wisma atlet,” kata Denny.

Lebih lanjut ia mengatakan pertimbangan memilih Mekarsari sebagai tempat kedua latihan lantaran lapangan panahan GBK, Senayan, sudah tak bisa dipakai untuk persiapan penyelenggaraan Asian Games.

“Ada beberapa hal yang menjadi perhatian saat berlatih di dua lokasi latihan tersebut, yakni mental, ketenangan, dan fokus atlet. Dan saya butuh 6 minggu untuk latihan pernapasan, meditasi, sosialisasi, akurasi sasaran lebih intens,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan soal ketenangan dan fokus merupakan perhatian khusus. Sebab katanya, melepas anak panah itu kan suatu keputusan, oleh karenanya atlet harus bisa membaca iklim dan menyatukan feeling serta otot-ototnya, sehingga bidikannya tidak melenceng jauh entah kemana.

Pria yang menjabat sebagai bendahara umum KONI Kota Surabaya ini optimistis dengan program dan sistem kepelatihan yang dijalankan timnya untuk bisa bersaing di multievent selevel Asia. Ia juga mengatakan taruhannya besar menyangkut kredibilitas dirinya, tim yang dibangun, dan Nur Fitriana sang peraih Olimpiade juga bisa dipertanyakan dan ini merupakan tantangan.

“Tidak apa-apa orang nggak berani jawab tantangan ini, tapi saya berani dengan tim, karena juara itu by design karena saya sudah punya sistem pembinaan. Artinya ketika saya ikuti sistem itu, hasilnya sudah jelas, progresnya juga kelihatan,” tegasya.*(dar)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *