Percasi Surabaya Berbenah

Meningkatnya animo masyarakat pada kejuaraan Piala Walikota tahun ini, membuat Pengkot Percasi Percaya diri untuk berbenah dalam menatap Kejurprov tahun depan.

Sebanyak 440 atlet catur dari beberapa Provinsi di Indonesia turut ramaikan kejuaraan Piala Walikota Surabaya di Mall Kaza Kapas Kramdpung, Sabtu dan Minggu (21-22/10). Mereka salin adu kecepatan dan kecerdasan olah pikir untuk yang nomor satu dengan durasi atau waktu 25 menit dan menggunakan system swiss 9 babak.

Pada kejuaraan Piala Walikota kali ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana pada tahun ini diramaikan oleh para atlet dari luar Jawa Timur seperti Sumatra Barat, Kalimatan, Jateng, Jabar dan Banten. Sedangkan dari Jatim yang hadir dari Pasuruan, Lamongan, Gresik, Sidoarjo, Kediri, Bangkalan, Trenggalek, Madiun, Lumajang, Blitar, Malang serta peserta khusus dari perusahaan Bogasari.

“Kejuaraan tahun ini agak berbeda dari tahun lalu, dimana pada kejuaraan kali ini kita juga mengundang para atlet catur dari Provinsi di luar Jawa Timur,” terang Budi Laksono Ketua Umum Pengcab Percasi Surabaya.

“Kedatangan para atlet luar Jatim ini juga sangat membantu panitia pelaksana, karena mereka dengan senang hati mau membantu untuk dapat menjadi dewan juri, sehingga kenetralan dalam pertandingan menjadi terjaga. Sehingga dapat menghindari riak-riak keributan atau protes dari para peserta,” tambahnya.

Budi pun menjelaskan bila kejuaraan Piala Walikota yang digelar di Mall Kaza Kapas Kerampung ini, juga dijadikan ajang pencarian bibit-bibit atlet berprestasi dan potensial bagi Pengkot Percasi Kota Surabaya. Para juara yang berpartisipasi dalam even tahunan ini rencananya akan dididik dan dibina dikawahcandradimuka Puslatcab Pengkot Percasi Surabaya.

“Kita akan bina para atlet potensial dari kejuaraan ini dalam program Puslatcab tahun depan,” paparnya.

Apa yang dilakukan Pengcab Percasi Surabaya semata demi prestasi olahraga catur Kota Surabaya. Dengan adanya pembinaan berkelanjutan dan berjenjang memungkinkan Percasi Surabaya tidak mengulang kegagalan dalam memperebutkan  juara umum kejuaraan provinsi (kejurprov) seperti pertengahan tahun 2017 lalu, saat kejuaraan digelar di Kabupaten Jember.

“Kejurprov yang dihelat Mei lalu, kita tak dapat berbuat banyak. Dan itu menjadi cambuk bagi percasi Surabaya untuk berbenah,”ucapnya.

Kejuraan Catur cepat  G-25 yang memperebutkan total hadiah Rp 16 juta dalam pelaksanaannya terbagi dalam  kelas 1-3 SD, Kelas 4 -6 SD, Kelas SMP – SMA Putra dan Putri serta peserta Senior. Pembagian kelas  ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan bagi para pecatur pemula agar dapat ikut berpartisipasi.

“Yang menggembirakan selain pesertanya membludak dibandingkan tahun lalu yang hanya 300 peserta, juga terjadi peningkatan animo bagi para pecatur cilik khususnya bagi kota Surabaya,” pungkasnya. Riki arfandi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *