Kusnul Pertahanan Tenis Meja di Porprov 2019

Gelaran Pekan Olahrga provinsi (Porprov) Jawa Timur 2019 sudah mulai dekat, Pengurus Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Surabaya sudah mempersiapakan semua atletnya berlatih dalam program pembinaan Pusat Latihan Cabang (Puslacab) di gedung Sasana Bhakti Jl. Jagalan 133 -136 Surabaya.

Sebanyak 10 atlet tenis meja dari Kota Surabaya, yang dipersiapkan ke Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Jawa Timur 2019 di Bojonegoro pada bulan Juli mendatang.

berikut  daftar nama atlet tenis meja yang tergabung di puslatcab (Pusat Latihan Cabang) diantaranya Siti Kusnul Cholifah, Cindy marcella putri, Prilia Britliana, Anggun Anugrah Sanjaya, Devi, Luis Marcelino, Jamrudin, Daffa, Yoga, dan Moch lukman hakim.

Dari beberapa atlet yang dikutkan Terlihat gadis kelahiran 8 februari 1998, Siti Kusnul Cholifah masih di pasang di porprov 2019 mendatang, Ia adalah atlet tenis meja yang sudah 3 (tiga) kalinya di ikut sertakan pada Porprov.  mengigat, prestasi yang diraih sejak awal pertama mengikuti di Porprov Kediri ia mendapatkan 2 medali perunggu disusul Porprov di Madiun memproleh 2 medali Perak sedangkan Porprov di Banyuwangi Kusnul mendapatkan 2 medali emas dan PTMSI Surabaya juga Juara umum disaat itu.

Sebagai atlet Senior di Porprov 2019 Kusnul berharap bisa merebut gelar juara umum kembali di Porprov 2019 mendatang.  Karena, kusnul terhitung terahkir mengikuti Porprov 2019 di bojonegoro. Maka target yang diraih harus bisa sapu bersi dan juara umum asalkan tim Porprov 2019 bisa pertahankan team Work dan team engagement dengan mewujudkan juara umum bisa tercapai.

Nama Siti Kusnul Cholifah yang akrab disapa Kusnul ini memang masih tak asing di telinga pencinta olahraga tenis meja Surabaya. atlet senior surabaya ini banyak mengukir prestasi selama bergelut di dunia olahraga tenis meja.

Putri pertama dari dua saudara pasangan M.Cholil dan Siti Nurhayati Hasanah, sudah sangat banyak pretasi gelar juara yang di raih oleh kusnul selama mengikuti kejuaraan mulai tingkat kota hingga nasional. Awal pada umur 9 tahun Kusnul pertama kalinya mengukir juara di piala Hciys kategori 10tahun se-jatim dengan mendapatkan gelar juara 2 (dua) medali Perak.

Disusul prestasi tertingi pada kejuaraan popnas (pekan olahrga pelajar nasional) 2014 mendapatkan medali perak kategori ganda putri . pada saat itu juga sempat kalahkan atlet sea games pada kejuaraan tersebut.

Gadis berhijab ini memaparkan awal mula terjun di dunia olahraga, pertama kali dari ayahnya yang mendorong bermain tenis meja dengan diajarinya sendiri dirumah dan akhirnya menjadi hobynya hingga sekarang. Saat menduduki sekolah dasar di SDN Alun – alun contong 2 kusnul, suda terjun di tenis meja, dari situ berasa nyaman berlatih mulai kecil samapai mencoba mengikuti kejuaraan dan allhamdulilah bisa menjadi juara.

“Ini semua berkat motivasi kedua orangtua dan saudara-saudara lainnya. Mereka tak henti-hentinya memberikan dorongan sehingga saya menjadi begitu jatuh cinta pada olahraga tenis meja. Dorongan dan motivasi dari keluarga ini saya dapatkan sejak masih bersetatus kelas 1 di SDN ALUN-ALUN CONTONG II Surabaya,”ucapnya kusnul.

Bahkan, kemampuan kusnul mendapatkan petenis meja senior, Hamzah famsyuri sebagai pelatih yang tak lain pamanya sendiri.

“Pelatih saya sejak kecil ini berasa seperti orangtua sendiri. karena, Ia selalu bisa membagun rasa semangat saya untuk berlatih hingga sekarang,”katanya

Bakat bermain tenis meja Kusnul tidak jauh dari kegemaran Sang ayah yang berkecimpung di dunia olahraga yang menjadi Penggurus / koordinator sepak bola di IM ( Indonesia Muda ). meskipun berbeda bidang olahraga sang ayah selalu sport kusnul untuk terus berkarir di dunia olahraga tenis meja.

Gadis berparas ayu ini juga memaparkan bahwa sangat mengidolakan atlet Internasional Ning pemain dari china sedangkan Nasional Cristine pemain dari Indonesia ini sebagai motivasi pola permainanya yang sangat bagus,”ungkapnya Kusnul saat di sela – sela latihan.

selain itu, selama bermain tenis meja banyak kejadian yang tak bisa terlupakan seperti kejuaraan piala dekan Unesa tahun 2013 disaat maen 16 besar, diwaktu mau smash bolanya tinggi sangking semangatnya betnya lepas terlempar jauh untung tidak kena orang.
Dari situ gadis yang mempunyai tinggi 159 ini tambah gemar bermain tenis meja, apalagai di usia ia sudah mengajak 21 tahun ini akan kejar prestasi lebih besar usai di kejuaraan porprov 2019 mendatang. dikesempatan ini juga Kusnul berangan-angan untuk dapat mengikuti kejuaraan ASEAN GAMES,” tuturnya.

“Maka kami berharap regenerasi pemain baru bermuculan untuk meneruskan gelar juara demi keharuman nama bangsa hingga Internasional. Karena pemain muda prestasi tenis meja sudah mulai pensiun, harapan kami di kesepatan ini untuk atlet – atlet baru untuk berebut posisi gelar juara di beberapa event dan kejuaraan” lainnya ,”katanya disaat ditemui oleh warta Koni Surabaya.

Kusnul menambahkan, menjadi atlet tenis meja memang sangat menyenakan, selain banyak teman dan menjadi pola hidup sehat kita juga di permuda diwaktu sekolah bisa mengikuti jalur prestasi sekolah negri. Bahkan, usai lulus sekolah mendapatkan kesenoatan bekerja sebagai Teller BANK BCA KANWIL III yang diluar prediksi bisa bekerja di perbankan,”imubuhnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *