JUDO SELEKSI PROPROV 2019 MELALUI PIALA KONI

Surabaya, konisurabaya.com – Sebanyak 78 pejudo bertarung pada kejuaraan tahunan Piala KONI Kota Surabaya tahun 2018 di Dojo Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Surabaya Jl Kertajaya, Minggu (25/11/2018). pagi

Pada kejuaraan kali ini di ikuti 7 klub dari 9 klub yang terdaftar anggota PJSI Surabaya. Dua Klub tersebut berhalangan mengikuti kejuaraan kali ini.

Para Pejudo yang di pertarungkan hanya pada kelas U 13 – 21 tahun, dikarenakan pada piala KONI ini khusus atlet se Kota Surabaya untuk persiapan kejuaraan provinsi PORPROV VI 2019 mendatang.

“Ini kejuaraan rutin tahunan. untuk semua cabang olahraga gelar kegiatan mencari bibit unggulan melalui kejuaraan Piala KONI Surabaya,”Ketua Umum KONI Kota Surabaya Hoslih Abdullah.

Ketua umum KONI Surabaya, Hoslih berharap, kejuaraan ini menghasilkan atlet-atlet judo berkualitas di Surabaya. “Pembinaan atlet junior sangat penting. Sehingga harus sering diadakan,” kata Hoslih Abdullah.

Khusus atlet Surabaya, lanjut Hoslih, ajang ini bisa menjadi pencarian sekaligus pembinaan bibit-bibit muda masa depan yang berkualitas. “Sehingga kedepannya bisa jadi tim judo untuk Porprov 2019. mengingat Porprov VI sudah mulai dekat persiapan demi persiapan harus lebih optimal,”ungkapnya.

Disaat sambutan Hoslih Abdullah mengatakan di persiapan porprov 2019 kali ini memang tidak seperti Porprov V tahun 2015 lalu, namun saya tetap berjuang agar puslatcab dan program lainya dapat terlaksana pada tahun 2019.

“Judo Surabaya ditargetkan pada Porprov VI 2019 dapat meraih 16 medali Emas dari 20 medali emas yang di perbutkan, target ini melihat dari porprov sebelumnya mendapatkan 12 medali emas dari 16 medali emas yang di perebutkan,”katanya.

sementara itu, Ketua pengkot PJSI Surabaya Venny Pantow mengatakan, disinggung oleh ketua umum KONI mengenai target prolehan medali emas di porprov 2019 kami hanya bisa berusaha se maksimal mungkin. karena pada porprov tahun ini Cabang Olahraga Judo tidak seperti persiapan Porprov tahun 2015

“target ini tetap kami pertahankan, meskipun pembinaan yang kurang maksimal. karena oalahrga Judo ini atletnya mayoritas kalangn tenga kebawah jadi, kami perlu bantuan pembinaan buat atlet melalui program puslatcab untuk timbulkan semangat atlet berlatih,”ujarnya Venny Pantow ketika disela – sela pertandingan.

Venny berharap, olahraga Judo Surabaya untuk lebih diperhatikan, karena kami mempunyai banyak atlet potensi. “jadi jangan sampai bibit berpotensi ini kurang semangat berlatih,”tambahnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *