Bola Voli Butuh Kocek Besar

Tim Bola Voli Putri Kota Surabaya saat menjuarai Porprov VI 2019

Perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Jatim telah usai digelar, Kota Surabaya berhasil keluar sebagai juara umum dengan perolehan 113 medali emas 89 perak dan 78 perunggu. Sebagai barometernya perkembangan olahraga di Jawa Timur, berbagai cabor pun salin bahu membahu untuk mewujudkan prestasi yang dinginkan. Salah satunya cabor bola voli putri indoor Kota Surabaya yang juga berhasil menjadi juara di Porprov VI 2019.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari upaya dan usaha para pelatih, Pengurus dan peran serta KONI kota Surabaya dalam melakukan pembinaan,” ujar Edy Swasono Sekum Pengkot PBVSI Kota Surabaya.

Ia pun berharap agar ada peran serta yang lebih baik lagi dari yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya saat ini. Mengingat hingga saat ini Kota Surabaya yang sering disebut sebagai penyuplai terbanyak atlet PON Jatim bahkan dalam team Nasional, belum memiliki sarana dan prasarana memadai seperti lapangan untuk berlatih bagi atlet-atlet bola voli. Sementara sewa lapangan terasa sangat terbebani karena harus mengeluarkan dana Rp. 600 ribu lebih setiap berlatih.

“Kami berulang kali meminta bantuan penggunaan lapangan untuk latihan, namun hingga saat ini belum ada realisasinya. Sementara untuk sewa lapangan, pengkot harus mengeluar kocek yang cukup besar yakni Rp.150 ribu perjamnya. Sementara waktu berlatih cukup panjang 4 hingga 5 jam sehari,” keluhnya.

“Pengkot PBVSI Surabaya juga pernah mengajukan penggunaan Gelanggang Remaja dan Gelora Pancasila sebagai sarana tempat berlatih, namun sampai saat ini belum ada jawaban yang pasti,” pungkasnya. dar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *