Azzel Zorro Surabaya

 

Azzel begitu sapaan akrab Azzeldine Aliya Zahira, salah seorang atlet Anggar kebanggaan kota Surabaya, dimana pada Pekan Olahraga POPNAS 15 September lalu berhasil menyabet medali emas dinomor beregu Sabel putri. Kejuaraan yang dihelat di Kota Semarang ini berhasil melambungkan namanya sebagai salah satu atlet yang layak untuk diperhitungkan.

meraih medali emas beregu Sabel putri

Azzeldine Aliya Zahira

Putri kedua dari dua bersaudara ini mengaku mengenal olahraga Anggar sejak dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Saat itu tanpa disengaja ia mencoba kegiatan sekolah yang memperkenalkan cabang olahraga Anggar sebagai extrakurikuler sekolah. Namun diawal perkengenalannya dengan olahraga yang dikenal dalam film Zorro ini, dirinya tidak begitu antusias untuk menekuninya.

Namun tiga bulan berselang dengan dorongan kedua orangtua serta guru olahraganya saat itu, Azzel memiliki motivasi tersendiri dan bahkan ia berkeyakinan akan menuai prestasi dimasa depan. Berbekal keyakinan yang tingggi itulah, dirinya kini menjadi atlet yang diperhitungkan, bahkan dirinya kini tercatat sebagai salah satu atlet terbaik yang dimiliki Jawa Timur, sehingga masuk dalam Program Pusat Latihan Daerah (Puslatda).

“Ini semua berkat motivasi kedua orangtua dan saudara-saudara lainnya. Mereka tak henti-hentinya memberikan dorongan sehingga saya menjadi begitu jatuh cinta pada olahraga Anggar. Dorongan dan motivasi dari keluarga ini saya dapatkan sejak masih bersetatus kelas 7 di SMPN 18 Surabaya,” ucap Azzel.

Gadis kelahiran 7 Desember 2000 ini juga menceritakan kalau sebelumnya ia terlebih dahulu mengenal beberapa cabang olahraga diantaranya Basket dan Pencak Silat. Namun dirinya tak percaya diri sehingga sulit untuk berkembang apalagi untuk bersaing dengan teman sebaya atau seniornya. Hal ini pula diakuinya sebagai pemicu keberhasilannya di cabang olahraga anggar saat ini.

“Saya merasa enjoi di Anggar, walau sebelumnya sempat menggeluti pencak silat dan Basket. Bahkan saya pun sempat belajar Seni Tari, tapi tidak bisa bertahan lama,” terangnya.

“Berbicara prestasi memang di Anggar lebih cepat dan mudah untuk mendapatkan medali, ketimbang olah raga lain. Ini karena hampir setiap bulan Anggar selalu mempunyai pertandingan antar klub,” tambahnya.

Putri dari hasil perkawinan  Dr. Hisnindarsyah dan Virly Mavitasari yang saat ini menjabat Ketua Umum Pengkot IKASI Surabaya, sangat mengidolakan mantan atlet Nasional Diana Tomasoa dan Hendry Budianto ini berangan-angan untuk dapat memperkuat Jawa Timur dalam Dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua 2019 mendatang.

“Semoga cita-cita saya dapat kesampaian untuk dapat berlaga di PON yang akan datang. Saya juga berharap dapat memberikan yang terbaik untuk keluarga besar yang selalu memberikan dukungan, terutama papa dan mama yang menaruh harapan besar dipundakku,” ucapnya sambil memanjatkan doa kepada yang Maha Kuasa.

Siswi kelas 11 SMAN 1 Surabaya yang pernah mengenyam TK Aisyah Mulyorejo Surabaya dalam waktu dekat akan turun pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 25 November mendatang. Dalam kejuaraan tahunan yang merupakan kalender tetap PB IKASI ini, dirinya menargetkan perolehan medali emas.

“Kejurnas memang lebih berat dibandingkan Popnas, namun saya punya keyakinan akan memperoleh medali yang sama seperti saat di Popnas beberapa waktu lalu,” yakinnya.

Pecinta dance, tari dan travelling ini juga memaparkan, terlebih sejak dirinya bergabung kedalam Pusat Latihan Cabang (Puslatcab) Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Surabaya, dirinya semakin matang dari hari kehari dan bahkan untuk urusan prestasi juga terbilang gemilang.

“Di Kejur­aan antar klub 2014 saat itu masih prakadet meraih juara tiga, ditahun yang sama pada kejuaraan antar pelajar meraih medali perak,” terangnya sambil mengingat perolehan medali yang pernah diraih.

Pada Kejuaraan Tingkat Nasional 2015 di Jakarta dirinya tercatat sebagai peraih medali emas. Sementara pada Kejuaraan Asia Tenggara  Philipina dapat perunggu satu nomor. Sementara Open Malaysia saat turun dinomor individu posisi ketiga dan berhak atas medali  perunggu, sedangkan diberegu berhasil berada diperingkat teratas dengan meraih medali emas.

“Yang terbaru pada perhelatan Piala Walikota 2016 berhasil meraih Perak dan Perunggu, dan 2017 berhasil memperbaiki posisi dengan memperoleh medali emas hingga di kejuaraan daerah (KEJURDA) masih bertahan mendapatkan prolehan medali emas,” pungkasnya. riki arfandi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *